TEORI KEBUTUHAN ABRAHAM MASLOW DALAM PERSPEKTIF TASAWUF

  • Asep Kusnadi
Keywords: Teori Kebutuhan, Abraham Maslow, Tasawuf

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka, dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan telaah kepustakaan, dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder. Teknik analisis data dengan menggunakan kerangka berfikir induktif. Hasil penelitian ini yaitu bahwa teori kebutuhan Abraham Maslow menekankan perhatian pada kebutuhan manusia. Maslow membaginya dalam lima hierarki kebutuhan yang harus dipenuhi manusia, yaitu kebutuhan fisik, rasa aman, kepemilikan dan rasa cinta, perasaan dihargai, dan aktualisasi diri. Maslow memandang manusia sebagai satu kesatuan secara utuh meliputi jiwa dan raga. Puncak yang diharapkan dari teori Maslow yaitu lebih menekankan pada aktualisasi diri yang berdasarkan pada tingkat kepuasan tertinggi manusia. Teori kebutuhan Abraham Maslow dalam perspektif tasawuf yaitu bahwa kajian tentang tasawuf dan kebutuhan manusia bisa dikatakan sebagai sebuah keilmuan yang bersifat integratif dan interkoneksi. Kedua disiplin keilmuwan tersebut saling melengkapi dan tidak bisa dipisahkan. Pasalnya, kedua kajian tersebut titik fokusnya sama-sama jatuh pada satu objek pembahasan yang kompleks sekaligus menjadi tolok ukur suatu maslahah atau kesejahteraan manusia. Tasawuf membaca teori kebutuhan   manusia sekaligus ingin membawa manusia pada nilai-nilai luhur yang berdasarkan ilahiyah bukan hawa nafsu semata. Tasawuf membaca manusia sebagai makhluk yang memiliki bakat dan potensi luhur yang baik.

Published
2023-10-09